Selasa, 22 Desember 2015

KEBUDAYAAN ADAT PEPADUN LAMPUNG

A. Asal Mula Adat Pepadun
Adat pepadun didirikan sekitar abad ke-16 pada zaman kesultanan Banten. Pada mulanya terdiri dari 12 kebuaian (Abung Siwo Mego dan Pubian Telu Suku), kemudian ditambah 12 kebuaian lain yaitu Mego Pak Tulang Bawang, Buay Lima Way Kanan dan Sungkai Bunga Mayang (3 Buay) sehingga menjadi 24 kebuaian.
Adat Pepadun dipakai oleh masyarakat adat Abung Siwo Mego, Mego Pak Tulang Bawang, Pubian Telu Suku, Buay Lima Way Kanan dan Sungkai Bunga Mayang.

B. Upacara Perkawinan Adat Lampung Pepadun
Untuk lebih mengenal kebudayaan masyarakat lampung pepadun, terutama mengenai tata cara adat perkawinannya, berikut akan dijelaskan rangkaian prosesi adat pernikahannya yang memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lain.
a) Nindai / Nyubuk

Ini merupakan proses dimana pihak keluarga calon pengantin pria akan meneliti atau menilai apakah calon istri anaknya. Yang dinilai adalah dari segi fisik & perilaku sang gadis. Pada Zaman dulu saat upacara begawei (cacak pepadun) akan dilakuakn acara cangget pilangan yaitu sang gadis diwajibkan mengenakan pakaian adat & keluarga calon pengantin pria akan melakuakn nyubuk / nindai yang diadakan dibalai adat.
b) Be Ulih – ulihan (bertanya)
Apabila proses nindai telah selesai dan keluarga calon pengantin pria berkenan terhadap sang gadis maka calon pengantin pria akan mengajukan pertanyaan apakah gadis tersebut sudah ada yang punya atau belum, termasuk bagaimana dengan bebet, bobot, bibitnya. Jika dirasakan sudah cocok maka keduanya akan melakukan proses pendekatan lebih lanjut.
c) Bekado
Yaitu proses dimana keluarga calon pengantin pria pada hari yang telah disepakati mendatangi kediaman calon pengantin wanita sambil membawa berbagai jenis makanan & minuman untuk mengutarakan isi hati & keinginan pihak keluarga.
d) Nunang (melamar)
Pada hari yang disepakati kedua belah pihak, calon pengantin pria datang melamar dengan membawa berbagai barang bawaan secara adat berupa makanan, aneka macam kue, dodol, alat untuk merokok, peralatan nyireh ugay cambia (sirih pinang). Jumlah dalam satu macam barang bawaan akan disesuaikan dengan status calon pengantin pria berdasarkan tingkatan marga(bernilai 24), tiyuh (bernilai 12), dan suku (berniali 6). Dalam kunjungan ini akan disampaikan maksud keluarga untuk meminang anak gadis tersebut.
e) Nyirok (ngikat)
Acara ini biasa juga dilakukan bersaman waktunya dengan acara lamaran. Biasanya calon pengantin pria akan memberikan tanda pengikat atau hadiah istimewa kepada gadis yang ditujunya berupa barang perhiasan, kain jung sarat atau barang lainnya. Hal ini sebagai symbol ikatan batin yang nantinya akan terjalin diantara dua insan tersebut.
Acara nyirok ini dilakukan dengan cara orang tua calon pengantin pria mengikat pinggang sang gadis dengan benang lutan (benang yang terbuat dari kapas warna putih, merah, hitam atau tridatu) sepanjang satu meter. Hal ini dimaksudkan agar perjodohan kedua insane ini dijauhkan dari segala penghalang.
f) Menjeu ( Berunding)
Utusan keluarga pengantin pria datang kerumah orang tua calon pengantin wanita untuk berunding mencapai kesepakatan bersama mengenai hal yang berhubungan denagn besarnya uang jujur, mas kawin, adat yang nantinya akan digunakan, sekaligus menentukan tempat acara akad nikah dilangsungkan. Menurut adat tradisi Lampung, akad nikah biasa dilaksanakan di kediaman pengantin pria.
g) Sesimburan (dimandikan)
Acara ini dilakukan di kali atau sumur dengan arak-arakan dimana calon pengantin wanita akan di payungi dengan paying gober & diiringi dengan tabuh-tabuhan dan talo lunik. Calon pengantin wanita bersama gadis-gadis lainnya termasuk para ibu mandi bersam sambil saling menyimbur air yang disebut sesimburan sebagai tanda permainan terakhirnya sekaligus menolak bala karena besok dia akan melaksanakan akad nikah.
h) Betanges (mandi uap)
Yaitu merebus rempah-rempah wangi yang disebut pepun sampai mendidih lalu diletakkan dibawah kursi yang diduduki calon pengantin wanita. Dia akan dilingkari atau ditutupi dengan tikar pandan selama 15-25 menit lalu atasnya ditutup dengan tampah atau kain. Dengan demikian uap dari aroma tersebut akan menyebar keseluruh tubuh sang gadis agar pada saat menjadi pengantin akan berbau harum dan tidak mengeluarkan banyak keringat.
i) Berparas (cukuran)
Setelah bertanges selesai selanjutnya dilakukan acra berparas yaitu menghilangkan bulu-bulu halus & membentuk alis agar sang gadis terlihat cantik menarik. Hal ini juga akan mempermudah sang juru rias untuk membentuk cintok pada dahi dan pelipis calon pengantin wanita. Pada malam harinya dilakukan acara pasang pacar (inai) pada kuku-kuku agar penampilan calon pengantin semakin menarik pada keesokan harinya.
j) Upacara Akad Nikah
Walau menurut adat, akad nikah dilakukan di kediaman pengantin pria tetapi sesuai perkembangan Zaman dan kesepakatan keluarga, akad nikah banyak dilakukan di rumah pengantin wanita. Rombongan pengantin pria dan pengantin wanita akan diwakili oleh utusan yang disebut Pembareb. Kedua rombongan ini akan disekat atau di halangi oleh appeng (selembar kain sebagai rintangan yang harus di lalui).
Jika sudah terjadi Tanya jawab antar pembareb, pembareb pihak pria akan memotong appeng dengan alat terapang dan kemudian masuk kedalam rumah dengan membawa barang seserahan berupa dodol, urai cambai (sirih pinang), juadah balak (lapis legit), aneka kue dan Uang adat. Lalu akad nikah pun dilakukan dan kedua pengantin menyembah sujud pada orang tua.
k) Upacara Ngurukken Majeu / Ngekuruk
Hal yang tak kalah menarik dalam rangkaian upacara adat perkawinan masyarakat lampung Pepadun adalah upacara adat ngurukken majeu yaitu saat pengantin wanita secara resmi akan dibawa ke rumah pengantin laki-laki dengan naik rato yaitu kereta beroda empat atau ditandu. Pengantin laki-laki berada di belakang dibagian depan sambil memegang tombak.
Sampai di rumah pengantin pria, mereka akan disambut dengan tabuh-tabuhan dan seorang ibu akan menaburkan beras kunyit dan uang logam. Di depan rumah juga tersedia pasu yaitu wadah dari tanah liat berisi air dan tujuh jenis kembang sebagai lambing agar dalam rumah tangga keduanya dapat berdingin hati.
Selanjutnya kedua kaki pengantin wanita akan di celupkan dalam wadah tersebut lalu kedua mempelai didudukan dengan kaki suami menindih kaki istrinya sebagai lambang agar istri berlaku patuh pada suaminya. Lalu ibu pengantin laki-laki menyuapi keduanya dengan nasi campur dan memberi minum lalu kedua mempelai saling memeakan sirih.
Setelah itu dilakukan upacara pemberian gelar denga menekan telunjuk tangan secara bergantian. Sesudahnya kedua pengantin akan menaburkan kacang goreng dan aneka permen kepada gadis-gadis lajang agar mereka segera mendapatkan jodoh. Mereka juga akan saling berebut lauk-pauk, terutama dengan anak-anak kecil. Maknanya agar keduanya segera memiliki keturunan.

Upacara Kelahiran dalam Masyarakat Lampung Pepadun
Pada saat mengandung seorang bayi tidak ada ritual khusus, namun dibuatkan makanan untuk menyambut sang bayi ketika lahir kelak. Makanan tersebut adalah Sagon. Sagon ini terdiri dari dua jenis yaitu sagon tepung yang berwarna putih dan sagon kelapa yang berwarna kuning kecoklatan. Makna dari pembuatan sagon ini adalah untuk memberikan informasi bahwa telah lahir dengan selamat seorang bayi ke dunia ini. Kemudian diadakan syukuran/aqiqahan sesuai syariat Agama Islam, dengan serangkaian acara diantaranya pemotongan kambing 1 untuk anak perempuan dan 2 untuk anak laki-laki. Pemotongan rambut yang nanti akan ditukar dengan emas sesuai dengan berat rambut bayi tersebut.

Kematian dalam Masyarakat Lampung Pepadun
Upacara adat pada saat kematian di masyarakat lampung pepadun antara lain :

Tahlilan :mendo’akan orang yang sudah meninggal 
Negou : memperingati hari ketiga meninggalnya seseorang 3.
Mitew : memperingati hari ketujuh meninggalnya seseorang 4.
Pak Puluh : memperingati 40 hari meninggalnya seseorang 5.
Nyegatus : memperingati 100 hari meninggalnya seseorang 6.
Nahun : memperingati setahun meninggalnya seseorang 7. 
Nyeghibu : memperingati 1000 hari meninggalnya seseorang. 






Pakaian adat pepadun



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh62MkbldjxdxM9T4WAQLr9Ko_sR52V5FVpWyL_pRECEgG0fBBkIstCTnYiK1VdAcHCPsVzyVaN1Xl6aILqQz4IUS1oDqRTrsCjSoPJkkHUiBTsXeQvvIgdvYZY4vN6t9TLGWTPbbWjpjmC/s1600/PAKAIAN+ADAT+LAMPUNG.jpg
Pakaian Adat Dan Perhiasan Pengantin - Lampung Pepadun
Pakaian Pengantin Laki-Laki
baju lengan panjang yang berwarna putih dengan celana panjang yang berwarna putih/hitam.
Sarung tumpal adalah sejenis kain sarung yang ditenunkan dengan benang mas . kain ini dipakai setelah memakai celana panjang dari pinggang sampai lutut.
Sesapuran adalah kain putih yang berupa rumbai ringgit dipakai dibagian luar sarung tumpal.
Khikat akhir adalah sejenis selendang bujur sangkar kemudian dilingkarkan kepundak menutup bahu . ujungnya diikat pada bagian depan leher yang berwarna merah
Perhiasan Pengantin Laki-Laki
Perhiasan kepala yang disebut dengan kopiah emas yang bagian depanya beruji-ruji, meninggi di bagian tengahnya.
Perhiasan leher dan dada berupa perhiasan yang dikenakan dileher hingga sebatas pinggang. Perhiasan leher yang dipakai laki-laki adalah.
Kalung papan jajar, yaitu kalung pada bagian depan menyerupai lempengan siger kecil atau perahu yang bersusun dengan jumlah 3 buah dengan ukuran yang berbeda. Makna yang terkandung adalah merupakan symbol dari kehidupan yang baru yang akan mereka arungi dan dilanjutkan secara turun temurun.
Kalung buah jukum yaitu bentuk buah jukum yang dirangkai menjadi kalung. Melambangkan agar mereka mendapatkan keturunan.
Perhiasan dada, yaitu selempeng jenis perhiasan kalung yang digantung melintang dari bahu hingga pinggang. Yaitu selempeng pinang (kalung panjang yang terdiri dari buah yang menyerupai bunga.
Perhiasan pinggang yang berupa ikat pinggang dan keris. Ikat pinggang pengantin laki-laki pepadun disebut bulu serti.
Perhiasan lengan dan tangan Perhiasan ini adalah sejenis perhiasan yang umumnya dikenakan pada lengan atas siku dan pergelangan tangan, yang dipakai adalah:
Gelang burung, bentuk gelang pipih bagian atas agak lebar dan ditempel gambar burung garuda yang sedang terbang. Burung garuda bagi masyarakat lampung bermakna dan sangat tinggi yaitu lambing dunia atas, selain itu kendaraan bagi kedua mempelai dalam mengarungi kehidupan yang panjang dalam kehidupan kekerabatan. Dipakai pada lengan kiri dan kanan di bagian paling atas.
Gelang kano , bentuk gelang nyerupai ban, bagian tengah menyudur. Gelang kano di pakai dibagian kiri dan kanan dibawah gelang burung garuda yang maknanya menyimbolkan setelah berkeluarga diharapakn dapat membatasi perbuatanya dan berusaha berbuat baik.
Gelang bibit yang dipakai di lengan kiri dan kanan dibawah gelang kano. Makna simbolnya adalah agar mendapatkan keturunan yang baik dan kelak menjadi suri tauladan bagi keturunanya.
Pakaian Pengantin Wanita
Sesapuran yaitu baju kuning tampa lengan panjang.
Selappai, yakni baju tampa lengan dibagian luar yang tidak dirangkai pada kedua sisinya dan diberi lubang di bagian leher, terbuat dari bahan brokat. Pada tepi bagian bawah berhias rumbai ringgit.
Bebe terbuat dari sulaman benang satin/sutra putih dan benang sutra yang dibentuk menyerupai tali,kemudian dijahit bentuk bebe menyerupai bunga teratai yang mengambang.
Katu tapis dewa sano yang bagian bawahnya digantungan rumpai ringit dan kain tapis jung jarat.
Baju lengan panjang warna putih dilengkapi celana panjang putih atau hitam. Pakaian warna putih sangat dominan dipakai oleh mempelai laki laki, khususnya lampung sewo mego dan mego pak tulang bawang.
Sarung rumpai, adalah sejenis kain sarung yang ditenung dengan benang emas. Kain ini dipakai setelah memakai celana panjang dari pingang sampai kelutut.
Sesapuran, yaitu kain putih yang berupah rumbai ringgit dipakai dibagian luar sarung tumpal.
Khikat akhir, adalah sejenis selendang bujur sangkar yang dibentuk segitiga kemudian dilingkarkan kepundak menutupi bahu. Kedua ujungnya diikat pada bagian depan leher, warna merah anggur, bahan dasar berbentuk kotak kotak dibuat dengan teknik ditenun songket, motif hias menggunakan benang emas ,membentuk garis dan geometris berupa bunga melati, pucuk rebung, meander, dan tabur bunga.


Perhiasan kepala
Siger (sigor) yaitu mahkota yang dipakai dikepala pengantin wanita yang melambangkan keangungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat. Siger suku masyarakat lampung pepaduan meruji ruji 9, bagian belakang sama (siger tarubi). Banyaknya ruji yang berjumlah sembilan sebagai lambang dari sembilan sungai yang mengalir didaerah lampung, yaitu way sekampung, way semangka, way seputih, way abung pareng, way sunkai ,way kanan, way tulang bawang dan way mesuji.

Diatas siger dipasang kembang hias berupa mahkota kecil bersusun tiga berbentuk menyerupai tanduk kerbau (seraja bulan) dan pada bagian ujung ruji ruji siger dipasang hiasan bunga kecil kelopak daun bunga (beringin tumbuh) yang melambangkan lima keratuan/kerajaan yaitu ratu dipuncak, ratu dipemangilan, ratu dipunggung, ratu dibelalau, dan ratu darah putih.
Selain itu juga melambangkan masyarakat lmpung memiliki lima falsafah hidup yang disebut pi’il bersengiri yaitu pi;il pesengiri (rasa harga diri), juluk adek (bernama bergelar), nemui nyimah (terbuka tangan), nengah nyappur (hidup bermasyarakat), dan sakai sembayan (gotong royong /tolong menolong).
Didalam bidang siger terdapat ragam hias sulur dan daun bunga melur / melati empat buah kuntum bunga dan disetiap bunga memiliki empat kelopak daun bunga yang melambangakan asal.
Peneken adalah perhiasan yang dikenakan melingkar sepanjang dahi sebelum memakai siger. Bentuknya empat persegi panjang. Kedua ujung meruncing terbuat dari kain belundru berwarna merah. Bagian muka ditempel ragam hias dari kuninga dan permata berbentuk bulat setengah lingkaran dan bunga.
Selapai siger, adalah hiasan yang dipasang diatas siger berbentuk empat persegi panjang terbuat dari kain satin putih pada setiap ujung dipasang uang ringit. Fungsinya sebagai hiasan diatas siger dan juga berfungsi untuk membedakan antara siger yang dipakai oleh pengantin pada saat upacara adat.
Subang/sesumping/anting anting, adalah perhiasan telinga yang dikenakan dengan cara digantung pada ujung daun telinga disebut anting. Sedangkan yang dikenakan dirusukan pada ujung daun telinga bagian bagian bawah disebut giwang/ subang dan yang dikenakan dengan cara dijepitkan disebut sumping. Biasanya yang dipakai oleh pengantin wanita pepadun adalah bentuk menyerupai buah kenari, terdapat kawat kuningan dibentuk bulat agak lonjong yang fungsinya sebagai sangkutan, bagian bawah terdapat umbai umbai.
Kembang rambut adalah utaian bunga melati yang dikenakan pada rambut dibagian atas sangul (menutupi sangul) yang melambangkan kesucian wanita.
Perhiasan leher dan dada
Kalung papanjajar adalah kalung bagian depan meneyrupai lempengan siger kecil atau perahu bersusun yang disusun kebawah yang berjumlah tiga buah dengan ukuran yang berbeda. Makna simbolisnya adalah merupakan dari simbol kehidupan baru yang akan mereka arungi dan akan dilanjutkan secara turun temurun.
Kalung ringit/ dinar , kalung bagian muka berupah uang ringit sebanyak sembilan buah.
Kalung buah jukum, adalah bentuk menyerupai buah jukum yang dirangkai menjadi kalung. Makna simbolisnya agar mereka mendapat keturunan.
Selempang pinang yaitu sejenis kalung panjang yang digantungkan melintang kiri dan kanan dari bahu hingga pingang terdiri dari dua buah menyerupai bunga.
Perhiasan pingang
Bulu serti terbuat dari karton yang dibungkus dengan kain beludru warna merah dibagian luar ditepel ragam hias bunga dan kelopak bungadari bahan kuningan.
Perhiasan tangan / lengan
Perhiasan tangan / lengan yang dipakai pengantin wanita sama dengan yang dipakai pengantin laki laki. Begitu juga dengan fungsi dan maknanya gelang burung, gelang kano, gelang bibit, dan gelang duri/durian/arap, hanya saja pada pengantin wanita memegang buah mangis.


http://io.unila.ac.id/unila-uky/images/sembah1.jpg

1. Tari Sembah


Tari sembah merupakan
tarian tradisional dari Provinsi Lampung yang berasal dari Suku Pepadun. Pada awalnya Tari Sembah ditampilkan pada acara penyambutan para raja dan tamu-tamu istimewa. Saat ini Tari Sembah dikenal sebagai tari penyambutan yang tujuannya adalah menghormati tamu yang datang. Selain ditampilkan pada upacara adat penyambutan tamu, tari sembah juga ditampilkan pada upacara pernikahan dengan tujuan yang sama yaitu menyambut para tamu yang hadir pada acara tersebut.
Busana yang dikenakan oleh para penari adalah busana asli daerah seperti yang dikenakan pengantin wanita asli suku Lampung lengkap dengan siger dan tanggainya





Rumah adat pepadun
Rumah Adat Nuwo Sesat Asal Daerah Lampung Sumatera

Nuwo Sesat merupakan rumah adat Lampung. Bentuknya menyerupai panggung, atap terbuat dari anyaman ilalang dan kayu untuk menghindari serangan binatang buas. Rumah tradisional ini juga dirancang tahan gempa. Masyarakat setempat telah mengenal cara membangun rumah yang tahan gempa sejak zaman nenek moyang mereka. Hal ini dikarenakan posisi Lampung yang terletak diantara pertemuan lempeng Asia dan Australia.


Makanan khas adat pepadun

Seruit 
Image result for seruit

adalah tipe makanan khas lampung yang terbuat dari ikan. Ikan biasanya dimasak dengan cara digoreng ataupun dipanggang dan dicampurkan dengan adonan saus udang, tempoyak (terbuat dari duran), dan juga mangga. Biasanya tipe ikan yang dipakai adalah ikan sungai yang besar seperti ikan belide, baung, layis dan lain-lain



Minuman khas adat pepadun
Serbat
Minuman segar khas Lampung ini terbuat dari mangga kweni yang diserut kecil-kecil kemudian dicampur dengan air gula, susu kental manis dan es batu. Minuman ini biasa dikonsumsi selepas menikmati makanan seruit. Alasannya, karena minuman ini berfungsi menetralkan rasa nek sehabis makan besar. Cita rasa asam manisnya, juga terkadang mendorong rasa penasaran penikmatnya,"
 
Serbat Kweni, Minuman Khas Lampung dengan Sensasi Segar dan Hangat





Alat music khas adat pepadun
Bende
Adalah alat music tradisional yang Dipukul dengan menggunakan alat pemukul khusus
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFXVrB3bBodfHUyt7lR_Fwh6PmrWW84xgPv622Qauueku5nlpcPfAW2CBCwu893mJeZUjebdN-LLA3XqxTtfDfR4vOw9M9YYCtQEVD4kcDcDBuPe4AYSzw3__1G8GuKWrGvayzuqWLDVs/s1600/Alat-Musik-bende-450x336.jpg

Senjata khas adat pepadun

Terapang

Bentuk terapang seperti keris namun digagangnya ada yang unik yaitu diukir burung garuda. Makna ukiran tersebut adalah untuk melambangkan keberanian.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0lBeIfZr8sqxF8NEe3EDIv9YYVPf8SMbr7hwgzBu8PLgJbH7qwPBiNma4tjW2n-ZeFdlgaqrtAl_5B1MlERaCISw3SVDaEjzX-AXlzPLxHnJgUiWywCiHDZACvvaxKe94adOM02eQOwM/s1600/terapang.jpg


1 komentar:

  1. Golden Gate | Golden Gate Casino
    Golden Gate Casino offers live games with 1xbet korean live dealers. The jeetwin games are streamed live from a matchpoint casino computer or phone while playing. The games are streamed on an

    BalasHapus