A. Asal Mula Adat
Pepadun
Adat
pepadun didirikan sekitar abad ke-16 pada zaman kesultanan Banten. Pada mulanya
terdiri dari 12 kebuaian (Abung Siwo Mego dan Pubian Telu Suku), kemudian
ditambah 12 kebuaian lain yaitu Mego Pak Tulang Bawang, Buay Lima Way Kanan dan
Sungkai Bunga Mayang (3 Buay) sehingga menjadi 24 kebuaian.
Adat
Pepadun dipakai oleh masyarakat adat Abung Siwo Mego, Mego Pak Tulang Bawang,
Pubian Telu Suku, Buay Lima Way Kanan dan Sungkai Bunga Mayang.
B. Upacara Perkawinan
Adat Lampung Pepadun
Untuk
lebih mengenal kebudayaan masyarakat lampung pepadun, terutama mengenai tata
cara adat perkawinannya, berikut akan dijelaskan rangkaian prosesi adat
pernikahannya yang memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lain.
a) Nindai / Nyubuk
Ini merupakan proses dimana pihak keluarga calon pengantin pria akan meneliti atau menilai apakah calon istri anaknya. Yang dinilai adalah dari segi fisik & perilaku sang gadis. Pada Zaman dulu saat upacara begawei (cacak pepadun) akan dilakuakn acara cangget pilangan yaitu sang gadis diwajibkan mengenakan pakaian adat & keluarga calon pengantin pria akan melakuakn nyubuk / nindai yang diadakan dibalai adat.
b) Be Ulih – ulihan
(bertanya)
Apabila
proses nindai telah selesai dan keluarga calon pengantin pria berkenan terhadap
sang gadis maka calon pengantin pria akan mengajukan pertanyaan apakah gadis
tersebut sudah ada yang punya atau belum, termasuk bagaimana dengan bebet,
bobot, bibitnya. Jika dirasakan sudah cocok maka keduanya akan melakukan proses
pendekatan lebih lanjut.
c) Bekado
Yaitu
proses dimana keluarga calon pengantin pria pada hari yang telah disepakati
mendatangi kediaman calon pengantin wanita sambil membawa berbagai jenis
makanan & minuman untuk mengutarakan isi hati & keinginan pihak
keluarga.
d) Nunang (melamar)
Pada
hari yang disepakati kedua belah pihak, calon pengantin pria datang melamar
dengan membawa berbagai barang bawaan secara adat berupa makanan, aneka macam
kue, dodol, alat untuk merokok, peralatan nyireh ugay cambia (sirih pinang). Jumlah
dalam satu macam barang bawaan akan disesuaikan dengan status calon pengantin
pria berdasarkan tingkatan marga(bernilai 24), tiyuh (bernilai 12), dan suku
(berniali 6). Dalam kunjungan ini akan disampaikan maksud keluarga untuk
meminang anak gadis tersebut.
e) Nyirok (ngikat)
Acara
ini biasa juga dilakukan bersaman waktunya dengan acara lamaran. Biasanya calon
pengantin pria akan memberikan tanda pengikat atau hadiah istimewa kepada gadis
yang ditujunya berupa barang perhiasan, kain jung sarat atau barang lainnya.
Hal ini sebagai symbol ikatan batin yang nantinya akan terjalin diantara dua
insan tersebut.
Acara
nyirok ini dilakukan dengan cara orang tua calon pengantin pria mengikat
pinggang sang gadis dengan benang lutan (benang yang terbuat dari kapas warna
putih, merah, hitam atau tridatu) sepanjang satu meter. Hal ini dimaksudkan
agar perjodohan kedua insane ini dijauhkan dari segala penghalang.
f) Menjeu (
Berunding)
Utusan
keluarga pengantin pria datang kerumah orang tua calon pengantin wanita untuk
berunding mencapai kesepakatan bersama mengenai hal yang berhubungan denagn
besarnya uang jujur, mas kawin, adat yang nantinya akan digunakan, sekaligus
menentukan tempat acara akad nikah dilangsungkan. Menurut adat tradisi Lampung,
akad nikah biasa dilaksanakan di kediaman pengantin pria.
g) Sesimburan
(dimandikan)
Acara
ini dilakukan di kali atau sumur dengan arak-arakan dimana calon pengantin
wanita akan di payungi dengan paying gober & diiringi dengan tabuh-tabuhan
dan talo lunik. Calon pengantin wanita bersama gadis-gadis lainnya termasuk
para ibu mandi bersam sambil saling menyimbur air yang disebut sesimburan
sebagai tanda permainan terakhirnya sekaligus menolak bala karena besok dia
akan melaksanakan akad nikah.
h) Betanges (mandi
uap)
Yaitu
merebus rempah-rempah wangi yang disebut pepun sampai mendidih lalu diletakkan
dibawah kursi yang diduduki calon pengantin wanita. Dia akan dilingkari atau
ditutupi dengan tikar pandan selama 15-25 menit lalu atasnya ditutup dengan
tampah atau kain. Dengan demikian uap dari aroma tersebut akan menyebar
keseluruh tubuh sang gadis agar pada saat menjadi pengantin akan berbau harum
dan tidak mengeluarkan banyak keringat.
i) Berparas (cukuran)
Setelah
bertanges selesai selanjutnya dilakukan acra berparas yaitu menghilangkan
bulu-bulu halus & membentuk alis agar sang gadis terlihat cantik menarik.
Hal ini juga akan mempermudah sang juru rias untuk membentuk cintok pada dahi
dan pelipis calon pengantin wanita. Pada malam harinya dilakukan acara pasang
pacar (inai) pada kuku-kuku agar penampilan calon pengantin semakin menarik
pada keesokan harinya.
j) Upacara Akad Nikah
Walau
menurut adat, akad nikah dilakukan di kediaman pengantin pria tetapi sesuai
perkembangan Zaman dan kesepakatan keluarga, akad nikah banyak dilakukan di
rumah pengantin wanita. Rombongan pengantin pria dan pengantin wanita akan
diwakili oleh utusan yang disebut Pembareb. Kedua rombongan ini akan disekat
atau di halangi oleh appeng (selembar kain sebagai rintangan yang harus di
lalui).
Jika
sudah terjadi Tanya jawab antar pembareb, pembareb pihak pria akan memotong
appeng dengan alat terapang dan kemudian masuk kedalam rumah dengan membawa
barang seserahan berupa dodol, urai cambai (sirih pinang), juadah balak (lapis
legit), aneka kue dan Uang adat. Lalu akad nikah pun dilakukan dan kedua
pengantin menyembah sujud pada orang tua.
k) Upacara Ngurukken
Majeu / Ngekuruk
Hal
yang tak kalah menarik dalam rangkaian upacara adat perkawinan masyarakat
lampung Pepadun adalah upacara adat ngurukken majeu yaitu saat pengantin wanita
secara resmi akan dibawa ke rumah pengantin laki-laki dengan naik rato yaitu
kereta beroda empat atau ditandu. Pengantin laki-laki berada di belakang
dibagian depan sambil memegang tombak.
Sampai
di rumah pengantin pria, mereka akan disambut dengan tabuh-tabuhan dan seorang
ibu akan menaburkan beras kunyit dan uang logam. Di depan rumah juga tersedia
pasu yaitu wadah dari tanah liat berisi air dan tujuh jenis kembang sebagai
lambing agar dalam rumah tangga keduanya dapat berdingin hati.
Selanjutnya
kedua kaki pengantin wanita akan di celupkan dalam wadah tersebut lalu kedua
mempelai didudukan dengan kaki suami menindih kaki istrinya sebagai lambang
agar istri berlaku patuh pada suaminya. Lalu ibu pengantin laki-laki menyuapi
keduanya dengan nasi campur dan memberi minum lalu kedua mempelai saling
memeakan sirih.
Setelah
itu dilakukan upacara pemberian gelar denga menekan telunjuk tangan secara
bergantian. Sesudahnya kedua pengantin akan menaburkan kacang goreng dan aneka
permen kepada gadis-gadis lajang agar mereka segera mendapatkan jodoh.
Mereka juga akan saling berebut lauk-pauk, terutama dengan anak-anak kecil.
Maknanya agar keduanya segera memiliki keturunan.
Upacara
Kelahiran dalam Masyarakat Lampung Pepadun
Pada
saat mengandung seorang bayi tidak ada ritual khusus, namun dibuatkan makanan
untuk menyambut sang bayi ketika lahir kelak. Makanan tersebut adalah Sagon.
Sagon ini terdiri dari dua jenis yaitu sagon tepung yang berwarna putih dan
sagon kelapa yang berwarna kuning kecoklatan. Makna dari pembuatan sagon ini
adalah untuk memberikan informasi bahwa telah lahir dengan selamat seorang bayi
ke dunia ini. Kemudian diadakan syukuran/aqiqahan sesuai syariat Agama Islam,
dengan serangkaian acara diantaranya pemotongan kambing 1 untuk anak perempuan
dan 2 untuk anak laki-laki. Pemotongan rambut yang nanti akan ditukar dengan
emas sesuai dengan berat rambut bayi tersebut.
Kematian
dalam Masyarakat Lampung Pepadun
Upacara
adat pada saat kematian di masyarakat lampung pepadun antara lain :
Tahlilan
:mendo’akan orang yang sudah meninggal
Negou
: memperingati hari ketiga meninggalnya seseorang 3.
Mitew
: memperingati hari ketujuh meninggalnya seseorang 4.
Pak
Puluh : memperingati 40 hari meninggalnya seseorang 5.
Nyegatus
: memperingati 100 hari meninggalnya seseorang 6.
Nahun :
memperingati setahun meninggalnya seseorang 7.
Nyeghibu
: memperingati 1000 hari meninggalnya seseorang.
Pakaian adat pepadun
![]() |
Pakaian Adat Dan Perhiasan Pengantin - Lampung Pepadun
Pakaian Pengantin Laki-Laki
baju lengan panjang yang berwarna putih dengan celana panjang yang
berwarna putih/hitam.
Sarung tumpal adalah sejenis kain sarung yang ditenunkan dengan
benang mas . kain ini dipakai setelah memakai celana panjang dari pinggang
sampai lutut.
Sesapuran adalah kain putih yang berupa rumbai ringgit dipakai
dibagian luar sarung tumpal.
Khikat akhir adalah sejenis selendang bujur sangkar kemudian
dilingkarkan kepundak menutup bahu . ujungnya diikat pada bagian depan leher
yang berwarna merah
Perhiasan Pengantin Laki-Laki
Perhiasan kepala yang disebut dengan kopiah emas yang bagian
depanya beruji-ruji, meninggi di bagian tengahnya.
Perhiasan leher dan dada berupa perhiasan yang dikenakan dileher
hingga sebatas pinggang. Perhiasan leher yang dipakai laki-laki adalah.
Kalung papan jajar, yaitu kalung pada bagian depan menyerupai
lempengan siger kecil atau perahu yang bersusun dengan jumlah 3 buah dengan
ukuran yang berbeda. Makna yang terkandung adalah merupakan symbol dari
kehidupan yang baru yang akan mereka arungi dan dilanjutkan secara turun
temurun.
Kalung buah jukum yaitu bentuk buah jukum yang dirangkai menjadi
kalung. Melambangkan agar mereka mendapatkan keturunan.
Perhiasan dada, yaitu selempeng jenis perhiasan kalung yang
digantung melintang dari bahu hingga pinggang. Yaitu selempeng pinang (kalung
panjang yang terdiri dari buah yang menyerupai bunga.
Perhiasan pinggang yang berupa ikat pinggang dan keris. Ikat
pinggang pengantin laki-laki pepadun disebut bulu serti.
Perhiasan lengan dan tangan Perhiasan ini adalah sejenis
perhiasan yang umumnya dikenakan pada lengan atas siku dan pergelangan tangan,
yang dipakai adalah:
Gelang burung, bentuk gelang pipih bagian atas agak lebar dan
ditempel gambar burung garuda yang sedang terbang. Burung garuda bagi
masyarakat lampung bermakna dan sangat tinggi yaitu lambing dunia atas, selain
itu kendaraan bagi kedua mempelai dalam mengarungi kehidupan yang panjang dalam
kehidupan kekerabatan. Dipakai pada lengan kiri dan kanan di bagian paling
atas.
Gelang kano , bentuk gelang nyerupai ban, bagian tengah menyudur.
Gelang kano di pakai dibagian kiri dan kanan dibawah gelang burung garuda yang
maknanya menyimbolkan setelah berkeluarga diharapakn dapat membatasi
perbuatanya dan berusaha berbuat baik.
Gelang bibit yang dipakai di lengan kiri dan kanan dibawah gelang
kano. Makna simbolnya adalah agar mendapatkan keturunan yang baik dan kelak
menjadi suri tauladan bagi keturunanya.
Pakaian Pengantin Wanita
Sesapuran yaitu baju kuning tampa lengan panjang.
Selappai, yakni baju tampa lengan dibagian luar yang tidak
dirangkai pada kedua sisinya dan diberi lubang di bagian leher, terbuat dari
bahan brokat. Pada tepi bagian bawah berhias rumbai ringgit.
Bebe terbuat dari sulaman benang satin/sutra putih dan benang
sutra yang dibentuk menyerupai tali,kemudian dijahit bentuk bebe menyerupai
bunga teratai yang mengambang.
Katu tapis dewa sano yang bagian bawahnya digantungan rumpai
ringit dan kain tapis jung jarat.
Baju lengan panjang warna putih dilengkapi celana panjang putih
atau hitam. Pakaian warna putih sangat dominan dipakai oleh mempelai laki laki,
khususnya lampung sewo mego dan mego pak tulang bawang.
Sarung rumpai, adalah sejenis kain sarung yang ditenung dengan
benang emas. Kain ini dipakai setelah memakai celana panjang dari pingang
sampai kelutut.
Sesapuran, yaitu kain putih yang berupah rumbai ringgit dipakai
dibagian luar sarung tumpal.
Khikat akhir, adalah sejenis selendang bujur sangkar yang dibentuk
segitiga kemudian dilingkarkan kepundak menutupi bahu. Kedua ujungnya diikat
pada bagian depan leher, warna merah anggur, bahan dasar berbentuk kotak kotak
dibuat dengan teknik ditenun songket, motif hias menggunakan benang emas
,membentuk garis dan geometris berupa bunga melati, pucuk rebung, meander, dan
tabur bunga.
Perhiasan kepala
Siger (sigor) yaitu mahkota yang dipakai dikepala pengantin wanita
yang melambangkan keangungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat. Siger
suku masyarakat lampung pepaduan meruji ruji 9, bagian belakang sama (siger
tarubi). Banyaknya ruji yang berjumlah sembilan sebagai lambang dari sembilan
sungai yang mengalir didaerah lampung, yaitu way sekampung, way semangka, way
seputih, way abung pareng, way sunkai ,way kanan, way tulang bawang dan way
mesuji.
Diatas siger dipasang kembang hias berupa mahkota kecil bersusun
tiga berbentuk menyerupai tanduk kerbau (seraja bulan) dan pada bagian ujung
ruji ruji siger dipasang hiasan bunga kecil kelopak daun bunga (beringin
tumbuh) yang melambangkan lima keratuan/kerajaan yaitu ratu dipuncak, ratu
dipemangilan, ratu dipunggung, ratu dibelalau, dan ratu darah putih.
Selain itu juga melambangkan masyarakat lmpung memiliki lima
falsafah hidup yang disebut pi’il bersengiri yaitu pi;il pesengiri (rasa harga
diri), juluk adek (bernama bergelar), nemui nyimah (terbuka tangan), nengah
nyappur (hidup bermasyarakat), dan sakai sembayan (gotong royong /tolong
menolong).
Didalam bidang siger terdapat ragam hias sulur dan daun bunga
melur / melati empat buah kuntum bunga dan disetiap bunga memiliki empat
kelopak daun bunga yang melambangakan asal.
Peneken adalah perhiasan yang dikenakan melingkar sepanjang dahi
sebelum memakai siger. Bentuknya empat persegi panjang. Kedua ujung meruncing
terbuat dari kain belundru berwarna merah. Bagian muka ditempel ragam hias dari
kuninga dan permata berbentuk bulat setengah lingkaran dan bunga.
Selapai siger, adalah hiasan yang dipasang diatas siger berbentuk
empat persegi panjang terbuat dari kain satin putih pada setiap ujung dipasang
uang ringit. Fungsinya sebagai hiasan diatas siger dan juga berfungsi untuk
membedakan antara siger yang dipakai oleh pengantin pada saat upacara adat.
Subang/sesumping/anting anting, adalah perhiasan telinga yang
dikenakan dengan cara digantung pada ujung daun telinga disebut anting.
Sedangkan yang dikenakan dirusukan pada ujung daun telinga bagian bagian bawah
disebut giwang/ subang dan yang dikenakan dengan cara dijepitkan disebut
sumping. Biasanya yang dipakai oleh pengantin wanita pepadun adalah bentuk
menyerupai buah kenari, terdapat kawat kuningan dibentuk bulat agak lonjong
yang fungsinya sebagai sangkutan, bagian bawah terdapat umbai umbai.
Kembang rambut adalah utaian bunga melati yang dikenakan pada
rambut dibagian atas sangul (menutupi sangul) yang melambangkan kesucian
wanita.
Perhiasan leher dan dada
Kalung papanjajar adalah kalung bagian depan meneyrupai lempengan
siger kecil atau perahu bersusun yang disusun kebawah yang berjumlah tiga buah
dengan ukuran yang berbeda. Makna simbolisnya adalah merupakan dari simbol
kehidupan baru yang akan mereka arungi dan akan dilanjutkan secara turun
temurun.
Kalung ringit/ dinar , kalung bagian muka berupah uang ringit
sebanyak sembilan buah.
Kalung buah jukum, adalah bentuk menyerupai buah jukum yang
dirangkai menjadi kalung. Makna simbolisnya agar mereka mendapat keturunan.
Selempang pinang yaitu sejenis kalung panjang yang digantungkan
melintang kiri dan kanan dari bahu hingga pingang terdiri dari dua buah
menyerupai bunga.
Perhiasan pingang
Bulu serti terbuat dari karton
yang dibungkus dengan kain beludru warna merah dibagian luar ditepel ragam hias
bunga dan kelopak bungadari bahan kuningan.
Perhiasan tangan / lengan
Perhiasan tangan / lengan yang
dipakai pengantin wanita sama dengan yang dipakai pengantin laki laki. Begitu
juga dengan fungsi dan maknanya gelang burung, gelang kano, gelang bibit, dan
gelang duri/durian/arap, hanya saja pada pengantin wanita memegang buah mangis.
![]() |
1. Tari Sembah
Tari sembah merupakan tarian tradisional dari Provinsi Lampung yang berasal dari Suku Pepadun. Pada awalnya Tari Sembah ditampilkan pada acara penyambutan para raja dan tamu-tamu istimewa. Saat ini Tari Sembah dikenal sebagai tari penyambutan yang tujuannya adalah menghormati tamu yang datang. Selain ditampilkan pada upacara adat penyambutan tamu, tari sembah juga ditampilkan pada upacara pernikahan dengan tujuan yang sama yaitu menyambut para tamu yang hadir pada acara tersebut.
Busana yang dikenakan oleh para penari adalah busana asli daerah seperti yang dikenakan pengantin wanita asli suku Lampung lengkap dengan siger dan tanggainya
Rumah adat pepadun
![]() |
Nuwo Sesat merupakan rumah adat Lampung.
Bentuknya menyerupai panggung, atap terbuat dari anyaman ilalang dan kayu untuk
menghindari serangan binatang buas. Rumah tradisional ini juga dirancang tahan
gempa. Masyarakat setempat telah mengenal cara membangun rumah yang tahan gempa
sejak zaman nenek moyang mereka. Hal ini dikarenakan posisi Lampung yang
terletak diantara pertemuan lempeng Asia dan Australia.
Makanan
khas adat pepadun
Seruit
![]() |
adalah tipe makanan khas lampung yang terbuat dari ikan. Ikan biasanya dimasak dengan cara digoreng ataupun dipanggang dan dicampurkan dengan adonan saus udang, tempoyak (terbuat dari duran), dan juga mangga. Biasanya tipe ikan yang dipakai adalah ikan sungai yang besar seperti ikan belide, baung, layis dan lain-lain
Minuman
khas adat pepadun
Serbat
Minuman
segar khas Lampung ini terbuat dari mangga kweni yang diserut kecil-kecil
kemudian dicampur dengan air gula, susu kental manis dan es batu. Minuman ini
biasa dikonsumsi selepas menikmati makanan seruit. Alasannya, karena minuman
ini berfungsi menetralkan rasa nek sehabis makan besar. Cita rasa asam
manisnya, juga terkadang mendorong rasa penasaran penikmatnya,"
![]() |
Alat
music khas adat pepadun
Bende
Adalah
alat music tradisional yang Dipukul dengan menggunakan alat pemukul khusus
![]() |
Senjata
khas adat pepadun
Terapang
Bentuk
terapang seperti keris namun digagangnya ada yang unik yaitu diukir burung
garuda. Makna ukiran tersebut adalah untuk melambangkan keberanian.







Golden Gate | Golden Gate Casino
BalasHapusGolden Gate Casino offers live games with 1xbet korean live dealers. The jeetwin games are streamed live from a matchpoint casino computer or phone while playing. The games are streamed on an